Sudah Siapkah Mental Anda Sebagai Pengusaha?

Pernahkah Anda merasa lelah menjalankan usaha Anda? Pernahkah Anda merasa jauh dari kesuksesan? Mengapa Saya tidak bisa seperti pengusaha Aatau B padahal Saya sudah mengikuti cara dan langkah yang mereka lakukan? Mengapa susah sekali menjalankan bisnis ini? Mengapa…….? Seandainya…..? dan banyak pertanyaan yang pasti pernah terbersit di benak para pengusaha.

Iya…menjadi seorang wirausaha tidak seperti membalikkan telapak tangan. Mungkin diawal sepertinya enak dan menjanjikan, bagaimana tidak? Kita bisa fleksibel mengatur waktu , kita bisa membuat target sesuai yang kita inginkan. Tidak ada lagi atasan yang mengatur dan memberikan target yang kita tidak bisa. Tidak harus pagi-pagi bermacet karena harus ke kantor, tidak ada lagi lembur yang uang kompensasinya tidak seberapa. Enak ya jadi pengusaha?

Well ..apabila hanya itu yang dijadikan penyebab Anda berwirausaha maka siap-siap Anda akan terkejut dan menyerah ditengah jalan.

Begitu Anda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan Anda dan memutuskan untuk bisnis , saat itu perjuangan Anda baru dimulai.

Saya jadi ingat dengan beberapa karyawan Saya yang mengajukan surat resign dengan alasan mau usaha sendiri. Biasanya yang pertama mereka lakukan adalah posting di social media atau skype dengan status “Freedom”. Mungkin di mind set mereka seperti yang Saya tulis diatas. Mereka bebas dari jam kantor , mereka bebas dari tuntutan atasan yang mengharapkan kinerja yang perfect dengan gaji yang tidak sesuai. Namun sayangnya tidak diikuti dengan kesiapan mental, attitude dan profesional. Mengapa Saya bisa menilai demikian? Karena Saya pernah seperti itu..:)

Mempunyai pengalaman dari tahun 2001-2005  sebagai karyawan dan  freelance, 5 tahun sebagai single bisnis owner dan 3 tahun perusahaan Saya mendapat investasi stakeholder yang mempercayai bisnis Saya sehingga total  sebagai wirausaha selama 14 tahun membuat Saya percaya diri mengangkat tema ini.

Menurut pengalaman Saya hampir semua wirausaha awalnya adalah seorang karyawan , yang membedakan sukses tidaknya mereka adalah pada saat mereka menjadi karyawan. Mengapa demikian? Mental seorang pengusaha tidak bisa dibentuk hanya dalam hitungan minggu dan bulan, akan tetapi hitungan bertahun-tahun. Bahkan pebisnis yang meneruskan usaha orangtuanya pasti sudah dikenalkan dan dibentuk mental usaha sejak awal.

alasan berbisnis

Pada saat masih berkerja dengan orang lain, tidak semua karyawan mampu memberikan kontribusi terbaik. Mereka hanya berkerja memenuhi kuota dari di jam nine to five only, dan mereka tidak mau membina networking diluar kantor dan paling sering apabila dituntut oleh perusahaan untuk belajar diluar kantor susah sekali mereka lakukan atau ketika mereka resign meninggalkan bad reputasi di perusahaan.  Padahal hal hal tersebut dibutuhkan saat menjadi seorang wirausaha. Karena seorang wirausaha harus siap kerja 12 jam sehari, membina networking seluas-luasnya, selalu belajar mengembangkan kemampuan diri atau mengembangkan perusahaan, membina hubungan baik dan menjaga reputasi diri sebaik-baiknya.

Banyak karyawan saya yang resign dan ingin berwirausaha akan tetapi putus ditengah jalan dikarenakan hal –hal diatas dan tidak mampu membina hubungan baik dengan bekas tempat dia bekerja. Hanya 1 – 2 orang yang ketika sebagai karyawan berkontribusi sebaik-baiknya dan menjaga komitmen dan hubungan yang mampu bertahan sebagai wirausaha sampai saat ini.

Memang menjadi wirausaha adalah never ending perjuangan dan pengorbanan tetapi apabila itu memang menjadi passion dan visi kita seharusnya kita tidak gampang menyerah. Oleh karena itu perbanyak relasi dan networking, sering-sering sharing , belajar dan berbagi pengalaman karena hal-hal itu bisa menjadi infus buat memberikan kesegaran, memotivasi dan memberikan ide-ide baru untuk usaha kita. Dan yang paling penting, terkadang kita salah atau mengecewakan pelanggan…lari dari masalah adalah Big No No. Apapun masalah dan komplian pelanggan , harus kita hadapi. Apabila kesalahan di kita , kita harus mampu memperbaiki dan meluruskan permasalahan. Karena percaya deh, apabila kita lari dari masalah maka suatu saat akan menjadi bumerang buat usaha kita, dan itu bisa datang  kapan saja.

Nah bagaimana kalo kita merasa sudah komitmen, jujur, tanggung jawab, sudah punya koneksi yang luas namun mengapa belum sukses saja? Apabila demikian masalahnya hanya tinggal kesabaran, ikhlas dan berserah diri kepada Tuhan. Karena definis sukses tidak selalu dengan harta yang yang berlimpah, jalan-jalan keluar negeri dan kenikmatan lainnya. Terkadang definisi sukses adalah kita mampu membuka lapangan kerja walau sedikit buat orang lain buat, kita membagi ilmu dan senang apabila karyawan kita maju  atau sukses bagi kita saat mempunyai waktu buat keluarga .

So be a good enterpreneur dan define your  own success.Apa makna sukses menurutmu?

Denni Irawan

CEO Dewanstudio

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s